Sederhanablogspot
Senin, 06 November 2017
Menjaga Wudhu
Tulisan perdana ingin menulis sedikit pengalaman tentang menjaga wudhu. Berikutnya mungkin akan membahas kiat-kiat menjaga wudhu.
Menjaga wudhu adalah hal yang kelihatannya sangat sepele namun ternyata sangat sulit sekali di lakukan.
Mungkin kita bisa dengan mudah menolak berjabat tangan dengan lawan jenis (non mahrom) namun kendala terberat menjaga wudhu adalah dari buang angin.... 😁 apalagi ketika kita sangat suka dengan makanan pedas dan berkafein tambah buat semakin parah perut kembung....
Namun dalam hal ini perlulah sangat-sangat di ingat bahwa jangan sampai kita tahan buang angin gara-gara jaga wudhu, karena buang angin itu mahal lo...bagi orang yang sakit dan di tunggu-tunggu, apalagi pasca operasi.
Cara yang benar jika kita ingin benar-benar jaga wudhu adalah ya wudhu lagi 😊 karena memang di situlah tantangannya. Kalau untuk cowok mungkin tidak terlalu ribet ya kalau harus sering-sering ke tempat wudhu. Namun bagi wanita jaga wudhu setiap saat sangatlah menantang banget. Harus lepas jilbab dan wudhu di tempat tertutup atau bahkan kamar mandi agar tidak terlihat auratnya oleh lawan jenis (ini bagi wanita yang kerja di luar). Beruntung sekali yang bisa selalu di rumah (IRT)
Namun bagaimanapun sulitnya jika kita berniat dan bersungguh-sungguh pastilah dapat ganjaran sendiri usaha kita tersebut, tidak ada yang sia-sia setiap usaha. Alloh Maha Tau dan sangatlah Maha Pemurah.
Ada hadist yang menjelaskan tentang hal ini.
Dalam sabda Rasullullah SAW :
Disyari’atkan menjaga wudhu’ dalam setiap keadaan. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
استقيموا و لن تحصوا و اعلموا أن خير أعمالكم الصلاة و لا يحافظ على الوضوء إلا مؤمن
“Istiqomahlah kalian, walaupun kalian tidak akan mampu melakukannya secara hakiki (namun berusahalah mendekatinya), dan ketahuilah sebaik-baik amalan kalian adalah sholat, dan tidaklah ada yang MENJAGA WUDHU kecuali dia seorang mukmin.” [HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban dari Tsauban radhiyallahu’anhu, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’: 952]
Setidaknya kita selalu berusaha meskipun kadang sulit untuk istiqomah khususnya dalam kondisi-kondisi tertentu.
Wa allahu 'alam bish showab
Semoga Alloh menjadikan kita husnul khotimah. Aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)
